Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Halosulut.com | Kabupaten Sleman dikenal sebagai salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki keindahan alam memukau, mulai dari kawasan lereng Gunung Merapi hingga hamparan persawahan yang hijau. Namun, di balik pesonanya, Sleman juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, sampah rumah tangga, alih fungsi lahan, dan pencemaran air. Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman terus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan melalui berbagai program nyata dan berkelanjutan.

1. Komitmen DLH Sleman terhadap Lingkungan Berkelanjutan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman memiliki visi untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan lestari. Visi ini diwujudkan melalui misi utama, yaitu meningkatkan pengelolaan sumber daya alam secara bijak, memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta mengembangkan kebijakan berbasis prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dalam menjalankan fungsinya, DLH Sleman tidak hanya menjadi pengawas dan regulator, tetapi juga mitra masyarakat. Pemerintah daerah memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan semua pihak: masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi.

2. Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Salah satu fokus utama DLH Sleman adalah pengelolaan sampah. Melalui program “Sleman Bebas Sampah”, dinas ini mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya. Edukasi dilakukan secara berkelanjutan, dengan mengajak warga memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing.

Selain itu, DLH Sleman juga mengembangkan Bank Sampah di berbagai desa dan kelurahan. Bank Sampah ini bukan hanya tempat pengumpulan sampah bernilai ekonomis, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu mengubah sampah menjadi sumber pendapatan. Hasilnya, selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput.

3. Pelestarian Sumber Daya Alam dan Ruang Terbuka Hijau

DLH Sleman juga aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, terutama air dan tanah. Upaya konservasi dilakukan dengan menanam pohon di kawasan rawan longsor dan daerah aliran sungai (DAS). Program “Gerakan Menanam 1 Juta Pohon” yang digagas bersama masyarakat dan lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah konkret dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Selain penghijauan, DLH Sleman juga mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di berbagai wilayah perkotaan. RTH tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai tempat rekreasi, edukasi, dan peningkatan kualitas udara. Ruang hijau publik seperti taman kota, hutan kota, dan jalur hijau menjadi bukti komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan lingkungan.

4. Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Industri

Perkembangan industri di Sleman membawa manfaat ekonomi, namun juga berpotensi menimbulkan pencemaran. Untuk itu, DLH Sleman secara rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan industri, khususnya dalam hal pengelolaan limbah cair dan emisi udara. Inspeksi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa pelaku usaha mematuhi standar lingkungan.

DLH juga menyediakan layanan pengaduan masyarakat jika ditemukan indikasi pencemaran lingkungan. Dengan pendekatan transparansi dan partisipasi publik, pengawasan menjadi lebih efektif dan dapat meningkatkan tanggung jawab sosial dari pihak industri.

5. Edukasi dan Kampanye Lingkungan

Kesadaran masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup Sleman secara rutin mengadakan kampanye dan edukasi lingkungan di sekolah, kampus, serta komunitas masyarakat. Kegiatan seperti lomba kebersihan, sekolah adiwiyata, hingga pelatihan pengolahan sampah kreatif menjadi bagian penting dari strategi peningkatan kesadaran.

Program Sekolah Adiwiyata, misalnya, melibatkan sekolah-sekolah di Sleman untuk menciptakan lingkungan belajar yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan. Generasi muda didorong untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga bumi sejak dini.

6. Kolaborasi dan Inovasi Digital

DLH Sleman juga terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Aplikasi pengaduan lingkungan dan sistem monitoring kualitas udara serta air secara online mulai dikembangkan agar pengawasan bisa lebih cepat dan transparan. Kolaborasi dengan universitas dan komunitas lingkungan lokal juga memperkuat riset serta inovasi berbasis data.

Selain itu, DLH Sleman aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi, kementerian, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk memperluas dampak positif dari setiap program yang dijalankan.

7. Menuju Sleman Hijau dan Berkelanjutan

Melalui berbagai langkah konkret tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Tantangan seperti urbanisasi, limbah plastik, dan perubahan iklim memang tidak mudah, tetapi dengan kolaborasi semua pihak, Sleman dapat menjadi contoh kabupaten hijau yang berdaya dan berkelanjutan.

Ke depan, DLH Sleman berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi, memperluas partisipasi masyarakat, serta menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan. Karena kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi warisan berharga yang harus dijaga bersama untuk generasi mendatang.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata. Dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga edukasi masyarakat, semua dilakukan demi satu tujuan: menjadikan Sleman sebagai daerah yang hijau, bersih, dan lestari.[]

Berita Terkait

Gempa Bitung Magnitudo 5,7: Laut Sulawesi Bergerak, Masyarakat Tetap Waspada
Hallomakassar.com Diluncurkan HMN, Jembatani Isu Sulsel dan Agenda Nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:46 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:04 WIB

Gempa Bitung Magnitudo 5,7: Laut Sulawesi Bergerak, Masyarakat Tetap Waspada

Senin, 4 Agustus 2025 - 07:44 WIB

Hallomakassar.com Diluncurkan HMN, Jembatani Isu Sulsel dan Agenda Nasional

Berita Terbaru