Computex 2026: SSSTC Perluas Portofolio Produk SSD “Immersion Cooling” guna Menjawab Tantangan Pengelolaan Suhu di Pusat Data AI

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAIPEI, 2 Juni 2026 /PRNewswire/ — Solid State Storage Technology Corporation (SSSTC), anak usaha Kioxia Corporation, produsen SSD global, memamerkan SSD kelas enterprise yang dirancang untuk sistem immersion cooling dan pusat data AI di ajang Computex 2026. Selain itu, SSSTC juga menampilkan seluruh portofolio solusi SSD kelas industrial dan enterprise.

Seiring pesatnya perkembangan AI generatif dan komputasi berdensitas tinggi, manajemen suhu menjadi tantangan penting bagi pusat data modern. Untuk menjawab tantangan tersebut, SSSTC mengoptimalkan SSD agar dapat beroperasi di lingkungan immersion cooling dengan meningkatkan daya tahan terhadap korosi melalui material khusus, perlindungan komponen, dan desain struktur yang diperkuat. Portofolio solusi SSD tersebut mencakup seri SATA ER3, ER4, dan ER5, serta seri PCIe® U.2 PJ1 dan EJ5.

SSD tersebut dirancang untuk sistem immersion cooling, yakni metode pendinginan dengan merendam perangkat dalam cairan dielektrik nonkonduktif. Dengan memanfaatkan kapasitas panas tinggi dan sifat konvektif cairan, panas dapat dilepaskan secara lebih efisien melalui sirkulasi cairan dan pertukaran panas. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan terhadap sistem pendingin udara konvensional sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan daya (Power Usage Effectiveness/PUE) dan keandalan sistem.

Selain itu, SSSTC turut memamerkan jajaran SSD kelas industrial dan enterprise yang dioptimalkan untuk aplikasi AI dan edge computing. SSD kelas industrial buatan SSSTC mendukung implementasi Edge AI dan penggunaan di lingkungan ekstrem dengan rentang suhu operasional mulai dari minus 40 derajat Celsius hingga 85 derajat Celsius. Produk tersebut juga dilengkapi desain tahan getaran dan benturan untuk kebutuhan industri dan area luar ruang. Didukung arsitektur pSLC, SSD ini memiliki daya tahan yang lebih baik untuk beban kerja intensif berbasiskan penulisan data (write-intensive workload). Di sisi lain, sistem perlindungan kehilangan daya (Power Loss Protection/PLP) bertingkat—terdiri atas perangkat keras PLP, firmware PLP, dan PLN—memberikan perlindungan data yang lebih fleksibel.

Untuk segmen enterprise, SSD eTLC menghadirkan performa stabil bagi beban kerja AI dengan pilihan daya tahan 1 dan 3 DWPD selama lima tahun untuk berbagai intensitas penggunaan. Dalam beban kerja berkelanjutan, SSD tersebut mampu mempertahankan konsistensi random IOPS lebih dari 90% sehingga meminimalkan fluktuasi performa. Firmware yang dioptimalkan untuk komputasi berdensitas tinggi juga mendukung operasi berlatensi rendah. Dukungan PLP berbasiskan kapasitor dan kompatibilitas dengan immersion cooling turut memastikan performa tetap andal di lingkungan implementasi yang berat.

Berpengalaman lebih dari 18 tahun mengembangkan firmware secara internal, SSSTC memahami beragam kebutuhan penyimpanan data lintasindustri. SSSTC menyediakan opsi kustomisasi fleksibel, mulai dari konfigurasi over-provisioning, optimalisasi usia pakai dan kapasitas, pengaturan performa dan konsumsi daya, hingga pengembangan firmware khusus yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi. SSSTC berkomitmen membantu pelanggan membangun infrastruktur penyimpanan data AI yang stabil, efisien, dan berkelanjutan.

Tentang SSSTC

Berdiri pada 2008, SSSTC resmi menjadi anak usaha Kioxia Corporation pada 2020 dan menyediakan produk SSD berkualitas tinggi melalui pengembangan firmware dan teknologi NAND secara internal. Informasi selengkapnya: situs resmi SSSTC.

Catatan: PCIe merupakan merek dagang terdaftar milik PCI-SIG.

Berita Terkait

Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara
Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”
Laporan Terbaru Ungkap Sebagian Besar Keterlambatan Penanganan Stroke di Indonesia Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit yang Tepat
KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum
Texas Cardiac Arrhythmia Institute di St. David’s Medical Center menjadi institusi pertama di AS yang berpartisipasi dalam uji coba sistem pemetaan inovatif dan ablasi medan listrik berdenyut
Sceye dan SoftBank Corp. Selesaikan Demonstrasi Konektivitas Stratosfer di Jepang, Memajukan Komersialisasi HAPS
TEATER BESAR TAMAN ISMAIL MARZUKI SEDERHANAKAN ALUR KERJA WIRELESS DENGAN SENNHEISER SPECTERA
Xinhua Silk Road: Model Kemitraan yang Digagas Hunan Buka Jalur Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Afrika

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 08:00 WIB

Program dukungan kesehatan mental bagi ibu hamil dan menyusui memenangkan tantangan senilai €2,6 juta untuk meningkatkan kesejahteraan para orang tua di Asia Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 07:13 WIB

Zendure Perkenalkan Agentic HEMS di IFA 2026: “Pusat Energi Rumah di Era AI”

Kamis, 3 September 2026 - 05:19 WIB

Laporan Terbaru Ungkap Sebagian Besar Keterlambatan Penanganan Stroke di Indonesia Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit yang Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 03:00 WIB

KONE Indonesia menetapkan standar baru di industri sebagai perusahaan pertama yang meraih Sertifikasi Green Label Platinum

Kamis, 3 September 2026 - 02:31 WIB

Sceye dan SoftBank Corp. Selesaikan Demonstrasi Konektivitas Stratosfer di Jepang, Memajukan Komersialisasi HAPS

Berita Terbaru